ANALOGI
KLINIK DALAM PERPUSTAKAAN UMUM :
HASIL
DISKUSI ARTIKEL “THE LIBRARY AS CLINIC: A
FOUCAULDIAN INTERPRETATION OF BRITISH
PUBLIC LIBRARY ATTITUDE OF SOCIAL AND PHYSICAL DISEASE ca. 1850-1950”
Suatu ketika mengikuti diskusi yang membahas
sebuah artikel yang ditulis oleh Alistair Black seorang Profesor dalam bidang
Ilmu Perpustakaan dan Informasi, yang berjudul “The Library as Clinic: A Foucauldian Interpretation of British Public Library Attitude of Social
and Physical Disease ca. 1850-1950. Artikel yang sangat menarik ketika sang
penulis, mencoba mengkaji perpustakaan umum dengan cara pandang Foucault
sebagaimana karyanya dalam “The Birth of
the Clinic”, yang mencoba mengurai asal usul dari lahirnya klinik pada abad
ke-19. Sebagaimana Foucault mencari tahu mengenai “The Birth of The Clinic” maka Alistair Black berupaya mengkaji asal
usul atau sejarah Perpustakaan di Inggris pada tahun 1850 sampai dengan 1950.
Mengapa Alistair menganalogikan perpustakaan dengan klinik, menjadi perbincangan yang seru dalam diskusi
tersebut.
Terdapat beberapa alasan mengapa
Alistair menggunakan karya Foucault tersebut dalam menjelaskan Perpustakaan
dalam tulisannya. Paling tidak terdapat lima alasan yang mendasarinya, atau
terdapat kesejajaran-kesamaan antara klinik dengan perpustakaan umum, yakni:
a. Keduanya
dianggap sebagai sebuah lembaga umum atau lembaga publik yang menyediakan
sarana yang luas dan dapat diakses oleh masyarakat
b. Baik
perpustakaan maupun klinik dianggap sebagai lembaga yang melayani masyarakat
secara umum dengan melalui tahapan atau prosedur standar dan dilakukan secara
profesional.
c. Perpustakaan
dan klinik dianggap mengobati penyakit masyarakat, klinik mengobati penyakit
fisik, sementara perpustakaan umum mengobati penyakit sosial atau masyarakat
melalu penanamanan kebiasaan dan nilai-nilai.
d. “The Gaze”,
dimana baik perpustakaan maupun klinik dijalankan melalui suatu “pandangan”
baik medis bagi klinik, maupun pengawasan teknis dan teknologi bagi
perpustakaan umum.
e. Point
terakhir dari yang disampaikannoleh Alistair Black adalah penyakit infeksi.
Pada point ini diskusi berlangsung dengan sangat seru mengingat pendapat Black
yang menyatakan bahwa sebagaimana klinik mengupayakan usaha untuk melawan
penyakit serta meningkatkan kesehatan fisik, maka perpustakaan umum dipandang
sebagai lembaga yang dapat mengungupayakan
kesehatan non fisik namun menurut kronologi sejarah pada tahun 1800-an sampai
dengan 1900-an terdapat ironis karena perpustakaan umum dianggap pula sebagai
lembaga yang mempunyai andil dalam timbulnya penyakit secara fisik (kok bisa?). Penjelasan dari hal tersebut
misalnya pada tahun 1834 gagasan pendirian perpustakaan bersamaan dengan ruang
terbuka hijau, kemudian pada awal abad ke-19, Robert Slaney mengatakan bahwa
perpustakaan umum merupakan salah satu lembaga yang melalukan pendidikan kepada
masyarakat terkait hukum dan isu-isu kebersihan. Letak ironisnya anggapan bahwa
karena perpustakaan sebagai lembaga publik yang dipergunakan oleh banyak orang
atau publik, maka perpustakaan umum dianggap mempunyai potensi dalam penyebaran
infeksi atau saat itu perpustakaan digambarkan sebagai “grubby soup kitchen”. Karena anggapan itulah maka pada kurang
lebih tahun 1920-1930 seorang ibu akan keberatan apabila anaknya menggunakan
perpustakaan umum dengan alasan tidak higienis. Atau pada tahun 1931 ada seorang
buruh yang dilaporkan kepada polisi karena meludah di Perpustakaan Umum, hal
tersebut berkaitan dengan kekawatiran akan penularan penyakit TBC. Namum
demikian pada tahun 1950-an a pendapat bahwa perpustakaan sebagai media
penularan infeksi penyakit dipatahkan dan semakin diperkuat pada tahun 1965dimana
Layanan Laboratorium Kesehatan
Masyarakat di Inggris melalui British
Medical Journal menyatakan bahwa resiko infeksi dari buku-buku perpustakaan
sangat sedikit dan dapat diabaikan.
Kesimpulan
yang diperoleh dari hasil diskusi tersebut adalah ide Foucault tentang “The Birth of Clinic” dipinjam oleh
Alistair Black guna menjelaskan peran Perpustakaan Umum di Inggris pada tahun
1850-1950. Dimana perpustakaan umum berperan sebagai klinik pemberantasan
penyakit sosial masyarakat namun sejarah mencatat pula bahwa saat itu
berkembang anggapan bahwa perpustakaan sebagai penyebab dari timbulnya penyakit
fisik meskipun penelitian-penelitian selanjutnya menyatakan bahwa resiko
infeksi yang ditimbulkan dari buku-buku di perpustakaan adalah sangat kecil
bahkan bisa dikesampingkan.
(Sumber:
hasil diskusi atas presentasi makalah yang disusun oleh Aprilia Mardiastuti dan
Twista)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar