Senin, 16 Mei 2016

Library as clinic



ANALOGI KLINIK DALAM PERPUSTAKAAN UMUM :
HASIL DISKUSI ARTIKEL “THE LIBRARY AS CLINIC: A FOUCAULDIAN INTERPRETATION  OF BRITISH PUBLIC LIBRARY ATTITUDE OF SOCIAL AND PHYSICAL DISEASE ca. 1850-1950”

Suatu ketika mengikuti diskusi yang membahas sebuah artikel yang ditulis oleh  Alistair Black seorang Profesor dalam bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi, yang berjudul “The Library as Clinic: A Foucauldian Interpretation  of British Public Library Attitude of Social and Physical Disease ca. 1850-1950. Artikel yang sangat menarik ketika sang penulis, mencoba mengkaji perpustakaan umum dengan cara pandang Foucault sebagaimana karyanya dalam “The Birth of the Clinic”, yang mencoba mengurai asal usul dari lahirnya klinik pada abad ke-19. Sebagaimana Foucault mencari tahu mengenai “The Birth of The Clinic” maka Alistair Black berupaya mengkaji asal usul atau sejarah Perpustakaan di Inggris pada tahun 1850 sampai dengan 1950. Mengapa Alistair menganalogikan perpustakaan dengan klinik,  menjadi perbincangan yang seru dalam diskusi tersebut.
Terdapat beberapa alasan mengapa Alistair menggunakan karya Foucault tersebut dalam menjelaskan Perpustakaan dalam tulisannya. Paling tidak terdapat lima alasan yang mendasarinya, atau terdapat kesejajaran-kesamaan antara klinik dengan perpustakaan umum, yakni:
a.    Keduanya dianggap sebagai sebuah lembaga umum atau lembaga publik yang menyediakan sarana yang luas dan dapat diakses oleh masyarakat
b.   Baik perpustakaan maupun klinik dianggap sebagai lembaga yang melayani masyarakat secara umum dengan melalui tahapan atau prosedur standar dan dilakukan secara profesional.
c.    Perpustakaan dan klinik dianggap mengobati penyakit masyarakat, klinik mengobati penyakit fisik, sementara perpustakaan umum mengobati penyakit sosial atau masyarakat melalu penanamanan kebiasaan dan nilai-nilai.
d.   “The Gaze”, dimana baik perpustakaan maupun klinik dijalankan melalui suatu “pandangan” baik medis bagi klinik, maupun pengawasan teknis dan teknologi bagi perpustakaan umum.
e.    Point terakhir dari yang disampaikannoleh Alistair Black adalah penyakit infeksi. Pada point ini diskusi berlangsung dengan sangat seru mengingat pendapat Black yang menyatakan bahwa sebagaimana klinik mengupayakan usaha untuk melawan penyakit serta meningkatkan kesehatan fisik, maka perpustakaan umum dipandang sebagai  lembaga yang dapat mengungupayakan kesehatan non fisik namun menurut kronologi sejarah pada tahun 1800-an sampai dengan 1900-an terdapat ironis karena  perpustakaan umum dianggap pula sebagai lembaga yang mempunyai andil dalam timbulnya penyakit secara fisik (kok bisa?). Penjelasan dari hal tersebut misalnya pada tahun 1834 gagasan pendirian perpustakaan bersamaan dengan ruang terbuka hijau, kemudian pada awal abad ke-19, Robert Slaney mengatakan bahwa perpustakaan umum merupakan salah satu lembaga yang melalukan pendidikan kepada masyarakat terkait hukum dan isu-isu kebersihan. Letak ironisnya anggapan bahwa karena perpustakaan sebagai lembaga publik yang dipergunakan oleh banyak orang atau publik, maka perpustakaan umum dianggap mempunyai potensi dalam penyebaran infeksi atau saat itu perpustakaan digambarkan sebagai “grubby soup kitchen”. Karena anggapan itulah maka pada kurang lebih tahun 1920-1930 seorang ibu akan keberatan apabila anaknya menggunakan perpustakaan umum dengan alasan tidak higienis. Atau pada tahun 1931 ada seorang buruh yang dilaporkan kepada polisi karena meludah di Perpustakaan Umum, hal tersebut berkaitan dengan kekawatiran akan penularan penyakit TBC. Namum demikian pada tahun 1950-an a pendapat bahwa perpustakaan sebagai media penularan infeksi penyakit dipatahkan dan semakin diperkuat pada tahun 1965dimana  Layanan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Inggris melalui British Medical Journal menyatakan bahwa resiko infeksi dari buku-buku perpustakaan sangat sedikit dan dapat diabaikan.
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil diskusi tersebut adalah ide Foucault tentang “The Birth of Clinic” dipinjam oleh Alistair Black guna menjelaskan peran Perpustakaan Umum di Inggris pada tahun 1850-1950. Dimana perpustakaan umum berperan sebagai klinik pemberantasan penyakit sosial masyarakat namun sejarah mencatat pula bahwa saat itu berkembang anggapan bahwa perpustakaan sebagai penyebab dari timbulnya penyakit fisik meskipun penelitian-penelitian selanjutnya menyatakan bahwa resiko infeksi yang ditimbulkan dari buku-buku di perpustakaan adalah sangat kecil bahkan bisa dikesampingkan.


(Sumber: hasil diskusi atas presentasi makalah yang disusun oleh Aprilia Mardiastuti dan Twista)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar